Jumat, 20 November 2020

Resensi Buku Nonfiksi

Ghirah Cemburu karena Allah

Identitas Buku

Judul Buku: Ghirah Cemburu karena Allah

Penulis Buku: Prof. Dr. Hamka (Buya Hamka)

Penerbit Buku: Gema Insani

Cetakan: I

Tebal Buku: 154 Halaman

Tahun Terbit: 2015

Ikhtisar

Ghirah bukan hanya milik orang Islam yang sering dicap fanatic oleh bangsa Barat karena kebertahanannya dalam menjaga muruah pada diri, keluarga, maupun agamanya. Namun, menjaga muruah atau syaraf (Arab) juga milik setiap jiwa manusia, tidak peduli agamanya apa.

Bahkan, setiap daerah atau Negara, sebetulnya, mempunyai istilah masing-masing dalam menyebutkan ghirah ini.

Ghirah juga dimiliki seorang cinta damai seperti Mahatma Gandhi –yang terkenal berpahaman luas dan berperikemanusiaan tinggi- yang sampai bersedia melakukan apa saja untuk mencegah adiknya Yawaharlal Nehru, Viyaya Lakshmi Pandit, dan anaknya, motial Gandhi, keluar dari agama Hindu.

Buya Hamka menjelaskan bahwa ghirah itu ada dua macam, yakni terhadap perempuan dan agama. Jika adik perempuanmu diganggu orang lain, lalu orang tersebut kamu pukul, itulah salah satu pertanda bahwa dalam dirimu masih ada ghirah.

Jika agamamu, nabimu, dan kitabmu dihina, kamu masih berdiam diri saja, jelaslah ghirah telah hilang dari dirimu.

Jika ghirah atau siri –dalam bahasa orang Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja- tidak dimiliki lagi oleh bangsa Indonesia, niscaya bangsa ini akan mudah dijajah oleh asing dalam segala sisi. Jika ghirah telah hilang dari hati, gantinya hanya satu, yaitu kain kafan! Sebab kehilangan ghirah sama dengan mati!

Kelebihan Buku

Sebagai seorang ulama yang dikenal jenius, Prof. Dr. (Buya) Hamka secara pintar membangkitkan semangat para pembaca untuk tidak kehilangan muruah / harga dirinya bila apa yang menjadi kecintaan dihina. Entah itu agama, keluarga, bahkan harga dirinya sendiri.

Buya Hamka secara gamblang memberikan contoh-contoh yang bersifat fakta dalam menyampaikan pesannya bahwa ghirah setiap manusia semakin hari semakin hilang. Buku ini sangat menohok sekali, dan sangat bagus untuk dibaca.

Kekurangan Buku

Latar belakang Buya sebagai orang minang, tertuang di buku ini. Sehingga ada beberapa diksi yang asing untuk didengar orang Indonesia yang tinggal di daerah lain. Susunan kalimat dan partikel yang kurang pas membuat pembaca kadang-kadang harus membaca ulang satu kalimat lengkap.

Senin, 02 November 2020

Rangkuman Bab 4 Bahasa Indonesia

(BAB 4) Buku Fiksi dan Nonfiksi


A. Menilai Isi Buku

     Apa yang perlu dinilai dari isi buku? Menilai atau menimbang baik buruknya isi buku bisa ditinjau dari berbagai segi/unsur.

    Tinjauan amanat cerpen: Di dalam sebuah cerita, gagasan itu mendasari seluruh cerita. Gagasan yang mendasari seluruh cerita ini dipertegas oleh pengarangnya melalui solusi bagi pokok persoalan itu.

Tinjuan nilai-nilai cerpen:

1. Nilai sosial

2. Nilai moral

3. Nilai agama

4. Nilai pendidikan

5. Nilai adat

B. Menyusun Laporan Hasil Membaca Buku

    Pengertian Unsur Intrinsik

    Intrinsik terdiri dari atas alur, tema, penokohan, sudut pandang, latar, dan amanat. Unsur-unsur intrinsik digunakan untuk menganalisis karya sastra. Unsur intrinsik adalah unsur yang menyusun sebuah karya sastra dari dalam yang mewujudkan struktur suatu karya sastra. 

Unsur-unsur Intrinsik:

a. Alur (plot)

b. Tema

c. Penokohan

d. Sudut Pandang (point of view)

e. Latar

f. Amanat


    Pengertian Unsur Ekstrinsik

    Unsur ekstrinsik adalah bagian atau komponen yang terdapat dalam sebuah karya sastra( cerpen, novel, puisi, lainnya) yang membentuk atau membangun sebuah karya sastra dari luar.

Unsur-unsur Ekstrinsik:

1. Latar belakang/biografi pengarang

2. Kondisi masyarakat dan lingkungan penulis

3. Nilai-nilai yang tersemat dalam karya sastra



Jumat, 02 Oktober 2020

Contoh Teks Editorial

 

Jangan Hanya Bergantung pada Vaksin

Pengenalan Isu (Tesis)

Langkah pemerintah dalam membentuk Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Covid-19 pada pekan lalu memperlihatkan bahwa pemerintah mengandalkan ketersediaan vaksin sebagai jalan keluar dari pandemi ini. Tim yang terdiri dari sederet menteri, lembaga riset, perguruan tinggi, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan bertugas hingga 31 Desember tahun depan.

Penyampaian Pendapat (Argumen)

Namun terdapat sejumlah masalah mendasar dari kebijakan pemerintah tersebut. Pertama, tugas dan fungsinya dapat tumpang tindih dengan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang sudah dibentuk oleh Presiden. Meskipun masih sama-sama dipimpin oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartato, keberadaan tim ini berpotensi menghambat birokrasi. Apalagi masyarakat juga belum melihat hasil kerja nyata komite di lapangan.

Kedua, keberadaan tim tersebut juga berpotensi berbenturan dengan tugas Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 yang dipimpin oleh Kementrian Riset dan Teknologi atau Badan Riset dan Inovasi Nasional. Selain menghasilkan rapid test (tes cepat covid) dan ventilator, konsorsium ini juga sedang mengembangkan vaksin Merah Putih bersama Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Institue. Sebetulnya, pemerintah bisa saja cukup menugasi konsorsium ini untuk melaksanakan instruksinya perihal percepatan pengembangan vaksin.

Selain itu, ruang lingkup tim ini tidak terlalu jelas. Pembuatan vaksin yang mumpuni pastinya memerlukan waktu yang tidak sedikit dan tidak boleh terburu-buru. Misalnya, masyarakat tentunya tidak mau percepatan pengembangan vaksin Merah Putih malah memicu pertanyaan dunia riset global akan kredibilitasnya yang bahkan pemerintahnya saja terkesan tidak percaya dan membentuk tim lain untuk melakukannya.

Kemudian, Pemerintah seharusnya sangat paham bahwa uji klinis tahap ketiga adalah tahap paling penting dari perancangan vaksin atau obat. Uji klinis fase terakhir ini tidak dapat dilakukan dengan tergesa-gesa. AstraZeneca dan Universitas Oxford bahkan terpaksa menghentikan uji klinis buatan mereka ketika menemukan peserta uji klinis di Inggris mengalami efek samping yang serius. Sehingga, rasanya tidak akan banyak yang bisa dilakukan oleh tim nasional bentukan Presiden ini.

Penegasan Ulang

Daripada hanya mengandalkan vaksin saja, sebaiknya pemerintah bisa memperbaiki kapasitas pengetesan dan pelacakan pasien suspect. Melalui berbagai pusat layanan kesehatan sebetulnya pemerintah dapat memperbaiki kualitas pengobatan pasien dan kesiapan tenaga medis agar angka kematian pasien COVID-19 tidak terus meningkat.

Tanpa upaya terpadu yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, tumpuan harapan pada satu solusi saja bisa dapat berujung pada masalah baru. Terutama jika waktu pengembangan vaksin jauh lebih lama dari apa yang dijanjikan oleh pemerintah. Pemerintah tidak boleh menyimpan semua telur dalam satu keranjang, upaya pengendalian wabah secara holistik dan ketat harus tetap dilakukan melalui berbagai sudut.

Minggu, 06 September 2020

Konversi Teks Sejarah

 

Kisah Sangkuriang Dan Dayang Sumbi

Berkisah pada jaman dahulu di daerah Jawa Barat, seorang wanita cantik bernama Dayang Sumbi hidup dengan putranya Sangkuriang dan anjing kesayangan mereka.

Anjing tersebut selalu menemani kemana Sangkuriang pergi namun tidak pernah membantu sangkuriang dalam berburu. Hal itu tentunya membuat Sangkuriang tidak menyukai anjingnya.

Suatu hari kemarahan sangkuriang tidak dapat terbendung dan membuatnya tega membunuh anjingnya. Lalu saat sesampai di rumah, Sangkuriang memberikan hati anjingnya untuk ibunya.

Dayang Sumbi yang tidak mengetahuinya lalu memasaknya dan memakannya. Saat Dayang Sumbi bertanya di mana anjingnya, Sangkuriang berbicara bahwa anjingnya telah dibunuh dan hatinya diberikan kepada Dayang Sumbi.

Mendengar hal tersebut Dayang Sumbi marah dan memukul kepala Sangkuriang hingga berdarah. Sangkuriang kemudian pergi meninggalkan rumah. Hal yang membuat Dayang Sumbi marah karena anjing tersebut merupakan jelmaan ayah Sangkuriang.

Hati anjing yang dimakan Dayang Sumbi membuatnya awet muda dan semakin cantik saja. Sehingga saat beberapa tahun kemudian Sangkuriang pulang dan tidak mengenali ibunya tersebut.

Sangkuriang jatuh cinta pada Dayang Sumbi dan berniat menikahinya. Awalnya Dayang Sumbi tidak menolak namun suatu hari saat sedang membenarkan ikat kepala Sangkuriang Dayang Sumbi melihat sebuah luka di kepala.

Dimana mengingatkannya dengan kejadian saat dahulu Dayang Sumbi melukai anaknya dengan memukul di kepala.

Hal itu membuat Dayang Sumbi sadar yang akan menikahinya adalah anaknya sendiri. Sehingga Dayang Sumbi menolak pernikahan tersebut namun Sangkuriang seperti tidak mau menerima kenyataan dan tetap ingin menikahi ibu kandungnya sendiri.

Akhirnya Dayang Sumbi memberikan persyaratan yaitu Sangkuriang harus mampu membendung sungai Citarum dan membuatkan sampan besar. Semua itu harus selesai dalam satu malam.

Ternyata Sangkuriang meminta bantuan jin untuk sehingga permintaan Dayang Sumbi dengan mudah diselesaikan. Akhirnya sebelum fajar pekerjaan sudah hampir selesai.

Dengan bantuan warga Dayang Sumbi mampu menggagalkan Sangkuriang menyelesaikan syaratnya yaitu kain sutra dibentang ke arah timur kota sehingga seperti fajar. Merasa gagal akhirnya sangkuriang menghancurkan pekerjaannya tersebut.

Sehingga bendungan yang rusak membuat seluruh kota terendam. Sampan yang telah dibuat pun ditendang Sangkuriang hingga jatuh terlungkup membentuk sebuah gunung. Dimana gunung inilah yang dikenal dengan nama Tangkuban Perahu.



Puisi dari teks sejarah Tangkuban Perahu


Siang menjelang sore, ketika kabut menyelimuti dirimu

Tanpa dapat melihat pesona keindahanmu 

Aku disini mengunjungimu


Lambat laun angin menyapu kabut darimu

Sedikit demi sedikit aku dapat melihat kecantikanmu

Pesona keindahan yang alami

Membuat semua orang berdecak kagum


Ditemani hangatnya jagung bakar

Suka cita para pengunjung

Kebersamaan kakak adik

Melupakan sejenak persoalan hidup


Hujan turun ikut meramaikan suasana 

Ditengah keindahanmu

Ditengah mitos legendamu


Wahai tangkuban perahu aku akan merindukanmu

Merindukan keindahan pesona alammu

Kamis, 13 Agustus 2020

Sejarah Tangkuban Perahu

 

Kisah Sangkuriang Dan Dayang Sumbi

Berkisah pada jaman dahulu di daerah Jawa Barat, seorang wanita cantik bernama Dayang Sumbi hidup dengan putranya Sangkuriang dan anjing kesayangan mereka.

Anjing tersebut selalu menemani kemana Sangkuriang pergi namun tidak pernah membantu sangkuriang dalam berburu. Hal itu tentunya membuat Sangkuriang tidak menyukai anjingnya.

Suatu hari kemarahan sangkuriang tidak dapat terbendung dan membuatnya tega membunuh anjingnya. Lalu saat sesampai di rumah, Sangkuriang memberikan hati anjingnya untuk ibunya.

Dayang Sumbi yang tidak mengetahuinya lalu memasaknya dan memakannya. Saat Dayang Sumbi bertanya di mana anjingnya, Sangkuriang berbicara bahwa anjingnya telah dibunuh dan hatinya diberikan kepada Dayang Sumbi.

Mendengar hal tersebut Dayang Sumbi marah dan memukul kepala Sangkuriang hingga berdarah. Sangkuriang kemudian pergi meninggalkan rumah. Hal yang membuat Dayang Sumbi marah karena anjing tersebut merupakan jelmaan ayah Sangkuriang.

Hati anjing yang dimakan Dayang Sumbi membuatnya awet muda dan semakin cantik saja. Sehingga saat beberapa tahun kemudian Sangkuriang pulang dan tidak mengenali ibunya tersebut.

Sangkuriang jatuh cinta pada Dayang Sumbi dan berniat menikahinya. Awalnya Dayang Sumbi tidak menolak namun suatu hari saat sedang membenarkan ikat kepala Sangkuriang Dayang Sumbi melihat sebuah luka di kepala.

Dimana mengingatkannya dengan kejadian saat dahulu Dayang Sumbi melukai anaknya dengan memukul di kepala.

Hal itu membuat Dayang Sumbi sadar yang akan menikahinya adalah anaknya sendiri. Sehingga Dayang Sumbi menolak pernikahan tersebut namun Sangkuriang seperti tidak mau menerima kenyataan dan tetap ingin menikahi ibu kandungnya sendiri.

Akhirnya Dayang Sumbi memberikan persyaratan yaitu Sangkuriang harus mampu membendung sungai Citarum dan membuatkan sampan besar. Semua itu harus selesai dalam satu malam.

Ternyata Sangkuriang meminta bantuan jin untuk sehingga permintaan Dayang Sumbi dengan mudah diselesaikan. Akhirnya sebelum fajar pekerjaan sudah hampir selesai.

Dengan bantuan warga Dayang Sumbi mampu menggagalkan Sangkuriang menyelesaikan syaratnya yaitu kain sutra dibentang ke arah timur kota sehingga seperti fajar. Merasa gagal akhirnya sangkuriang menghancurkan pekerjaannya tersebut.

Sehingga bendungan yang rusak membuat seluruh kota terendam. Sampan yang telah dibuat pun ditendang Sangkuriang hingga jatuh terlungkup membentuk sebuah gunung. Dimana gunung inilah yang dikenal dengan nama Tangkuban Perahu.

Senin, 15 Juni 2020

Virus Corona

Virus Corona

Virus corona datang menyentak seluruh penduduk bumi
Kau tak terlihat tapi kau begitu menakutkan
Ada yang mengatak ini adalah peringatan Tuhan
Karna kita sudah melakukan kezaliman

Semua tidak ada yang kebetulan 
Tuhan pasti punya rencana yang digariskan
Ada sebuah misteri yang sudah disisipkan Tuhan
Agar kita sadar Tuhan punya peran



Senin, 27 April 2020

Menilai Karya Melalui Resensi

Rangkuman Bab VII
Menilai Karya Melalui Resensi

Apakah resensi itu? Resensi merupakan pertimbangan baik-buruknya suatu karya. Orang yang menyusun resensi disebut peresensi. Dalam meresensi sebuah buku, haruslah objektif, sesuai dengan kualitas isi buku.

 A. Membandingkan Isi Berbagai Resensi untuk Menemukan Sistematika Sebuah Resensi 
Pada pembahasan pertama ini, kamu akan membandingkan isi teks resensi. Resensi adalah ulasan atau penilaian atau pembicaraan mengenai suatu karya baik itu buku, film, atau karya lain. Tugas penulis resensi adalah memberikan gambaran kepada pembaca mengenai suatu karya apakah layak dibaca atau tidak.

 Hal-hal yang dapat ditanggapi dalam resensi ialah kualitas isi, penampilan, unsur-unsur, bahasa, dan manfaat bagi pembaca. Unsur- unsur atau sistematika yang terdapat dalam resensi di antaranya sebagai berikut.
1. Judul resensi
2. Identitas buku yang diresensi
3. Pendahuluan (memperkenalkan pengarang, tujuan pengarang buku, dan lain-lain)
4. Inti/isi resensi
5. Keunggulan buku
6. Kekurangan buku
7. Penutup

B. Menyusun Sebuah Resensi dengan
Memperhatikan Hasil Perbandingan Beberapa Teks Resensi 
Berdasarkan objek karyanya, resensi terdiri atas bermacam-macam jenis. Seperti yang terdapat di dalam contoh di atas, ada resensi untuk novel, ada pula yang berupa kumpulan cerpen. Berdasarkan objek tanggapannya, ada pula yang berupa film, drama, lagu, buku ilmu pengetahuan, lukisan, dan karya-karya lainnya.

Dengan perbedaan-perbedaan objek karya itu, informasi yang kita dapat pun akan bermacam-macam pula. Misalnya, dari resensi novel atau kumpulan cerpen, informasi yang kita dapatkan adalah tentang alur, penokohan, latar, dan hal-hal lainnya yang terdapat di dalam buku- buku cerita itu. Berbeda halnya apabila resensi itu tentang buku populer, informasi yang kita dapatkan berupa sejumlah ilmu pengetahuan yang dapat memperluas wawasan kita tentang topik yang dibahas oleh buku itu.

 C. Menganalisis Kebahasaan Resensi dalam Dua Karya yang Berbeda 
● Menganalisis Kebahasaan dalam Teks Resensi
Berdasarkan contoh-contoh tersebut tampak bahwa teks resensi memiliki kaidah-kaidah kebahasaan seperti berikut.
1. Banyak menggunakan konjungsi penerang, seperti bahwa, yakni, yaitu.
2. Banyak menggunakan konjungsi temporal: sejak, semenjak, kemudian, akhirnya.
3. Banyak menggunakan konjungsi penyebababan: karena, sebab.
 4. Menggunakan pernyataan-pernyataan yang berupa saran atau rekomendasi pada bagian akhir teks. Hal ini ditandai oleh kata jangan, harus, hendaknya,

 ● Menyimpulkan Dua Teks Resensi Berdasarkan Kebahasaan
Dalam menyimpulkan sebuah resensi perlu penguasaan atau teknik tertentu, misalnya menguasai isi buku, memiliki daya analisis, dan menguasai teori tentang buku yang diresensi. Pada pembahasan ini, kamu harus menyimpulkan teks resensi berdasarkan unsur kebahasaannya, misalnya dari penggunaan kalimat dan penggunaan jenis kata.

 D. Mengonstruksi Sebuah Resensi dari Buku Kumpulan Cerita atau Novel yang Dibaca 
● Mendiskusikan Hal-hal Menarik dalam Buku Kumpulan Cerita Evaluasi terhadap karya sastra semacam novel lazim disebut dengan resensi, yakni ulasan terhadap kualitas suatu novel. Resensi ditulis untuk menarik minat baca khalayak untuk membaca novel yang diulas. Unsur persuasif sering ditonjolkan dalam resensi. Dengan adanya resensi, pada khalayak timbul keinginan untuk membaca novel itu dan turut mengapresiasinya. Dengan demikian, resensi juga berfungsi sebagai pengantar dan pemandu bagi pembaca dalam menikmati novel tersebut.

 ● Menulis Resensi dari Buku Kumpulan Cerita Menulis resensi tidaklah mudah. Untuk melakukan kegiatan ini diperlukan beberapa persyaratan. Berikut persyaratan tersebut.
1. Penulis harus memiliki pengetahuan di bidangnya. Artinya, jika seorang penulis akan meresensi sebuah novel, maka ia harus memiliki pengetahuan tentang teori novel dan perkembangannya.
2. Penulis harus memiliki kemampuan menganalisis. Sebuah buku novel terdiri atas unsur internal dan eksternal atau yang lebih dikenal dengan unsur intrinsik dan ekstrinsik. Seorang penulis harus mampu menggali unsur-unsur tersebut.
3. Seorang penulis juga dituntut memiliki pengetahuan dalam acuan yang sebanding. Artinya, penulis akan membandingkan sebuah karya lain yang sejenis. Dengan demikian, ia akan mampu menemukan kelemahan dan keunggulan sebuah karya.

Sekian rangkuman dari saya , mohon maaf apabila ada salah kata. Terima Kasih.


Sumber: https://drive.google.com/file/d/13AIpIOUMI62K4GC7wf8MUq6xuvwQFtq6/view

Kamis, 06 Februari 2020

CEMILAN dan MAKANAN IMLEK

Cemilan dan Makanan saat Imlek

Halo semuanya.. Pertama-tama saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Imlek 2020. Saya mendapat tugas untuk membuat blog dari guru Bahasa Indonesia saya yang bernama Aemilia Dessy S

Dibawah ini saya ingin menceritakan secara singkat tentang makanan dan cemilan menjelang imlek & saat imlek. Foto dibawah ini adalah makanan dan cemilan yang disajikan didalam keluarga saya. Setelah foto dibawah ini saya akan kasih beberapa penjelasan sedikit tentang makanan yang saya ketahui

Ini adalah makanan yang disajikan untuk makan bersama dalam keluarga saya.

 
Dan cemilan yang disajikan saat imlek.

Berikut ini saya akan menjelaskan beberapa makanan yang saya ketahui:
Salah satu tradisi saat perayaan Imlek adalah makan dengan keluarga besar. Di Hari Raya Imlek semua keluarga besar berkumpul di rumah yang dituakan untuk menikmati jamuan khusus dan sembahyang. Biasanya di acara jamuan makan beberapa makanan ini wajib hadir di atas meja makan. Makanan harus terdiri dari berbagai unsur misalnya dari yang berenang, yang di darat berkaki empat dan berkaki dua. makanan Imlek dan maknanya ini menarik banget untuk disimak lohh. Yuk, langsung saja kita bahas satu-satu makanan khas Imlek :
 1. Babi
BabiImage : pixabay 
 Hidangan dari babi juga selalu ada di dalam sajian Imlek yang akan dimakan oleh keluarga besar. Hal ini sebenarnya punya arti khusus, seperti yang sudah diketahui babi adalah hewan yang malas. Nah, makanya orang yang memakan babi saat Imlek tidak akan menjadi pemalas. Daging babi ini menjadi salah satu sajian penting bahkan di Semarang ada Pork Festival Semarang. Acara ini khusus dibuat buat kamu yang pork lover. Berbagai sajian berbahan dasar babi bisa kamu temukan di sini loh  

2. Ayam atau Bebek
Image: pexels

Ayam atau bebek menjadi simbol udara yang memiliki arti kesetiaan dan ketaatan. Makanya sajian ayam atau bebek utuh selalu hadir saat Imlek. Ayam dan bebek ini juga pasti disajikan secara utuh dengan harapan keluarga yang memakannya akan menjadi keluarga yang utuh dan bahagia selalu

 3. Lapis Legit
Image: tokopedia

Sama seperti kue mangkok dan kue keranjang, lapis legit juga melambangkan rejeki yang belimpah. Lapis legit ini diharapkan bisa memberikan rejeki berlapis-lapis di tahun baru.

4. Kue Keranjang
Image: seputar semarang
Sudah pernah merasakan kue keranjang yang lengket dan manis? Kue keranjang ini punya peranan penting di Hari Raya Imlek. Kue keranjang atau nian gao ini memiliki arti tahun yang lebih sejahtera. Makanya kue keranjang selalu ada saat sembahyang dan jamuan makan saat Imlek. Biasanya kue keranjang akan disusun di atas kue mangkok warna merah. Harapannya adalah setiap orang bisa memiliki kehidupan yang manis dan menanjak.

5. Manisan Segi Delapan
Image: sajian sedap

Manisan yang berada di kota segi delapan juga hadir saat Imlek, manisan segi delapan ini dikenal sebagai “tray of happines”. Sesuai dengan namanya manisan segi delapan mengandung banyak makna. Misalnya biji teratai yang melambangkan kesuburan dan leci sebagai lambang keluarga yang kuat. Selain itu angka delapan juga menjadi angka keberuntungan yang dipercayai oleh orang Tionghoa.

6. Jeruk 
Image: khasiat 


Buah yang satu ini juga menjadi buah yang penting selama perayaan Imlek. Jeruk ini juga melambangkan rezeki yang berlimpah ruah. Biasanya jeruk yang disajikan di saat Imlek ini masih memiliki tangkai dan daunnya. Jeruk utuh ini melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan yang akan selalu tumbuh. Makanan-makanan khas Imlek ini ternyata memang mempunyai makna yang baik untuk tahun baru. Pasti di tahun baru Imlek babi tanah kamu juga akan menemukan makanan-makanan yang penuh keberuntungan ini.  Semoga di tahun babi tanah ini semakin berlimpah rejeki dan keberuntungan ya!  

Selamat Menonton!