Rangkuman Bab VII
Menilai Karya Melalui Resensi
Apakah resensi itu?
Resensi merupakan pertimbangan baik-buruknya suatu karya. Orang yang menyusun resensi disebut peresensi. Dalam meresensi sebuah buku, haruslah objektif, sesuai dengan kualitas isi buku.
A. Membandingkan Isi Berbagai Resensi untuk Menemukan Sistematika Sebuah Resensi
Pada pembahasan pertama ini, kamu akan membandingkan isi teks resensi. Resensi adalah ulasan atau penilaian atau pembicaraan mengenai suatu karya baik itu buku, film, atau karya lain. Tugas penulis resensi adalah memberikan gambaran kepada pembaca mengenai suatu karya apakah layak dibaca atau tidak.
Hal-hal yang dapat ditanggapi dalam resensi ialah kualitas isi,
penampilan, unsur-unsur, bahasa, dan manfaat bagi pembaca. Unsur-
unsur atau sistematika yang terdapat dalam resensi di antaranya sebagai
berikut.
1. Judul resensi
2. Identitas buku yang diresensi
3. Pendahuluan (memperkenalkan pengarang, tujuan pengarang buku, dan lain-lain)
4. Inti/isi resensi
5. Keunggulan buku
6. Kekurangan buku
7. Penutup
B. Menyusun Sebuah Resensi dengan
Memperhatikan Hasil Perbandingan Beberapa Teks Resensi
Berdasarkan objek karyanya, resensi terdiri atas bermacam-macam
jenis. Seperti yang terdapat di dalam contoh di atas, ada resensi untuk novel, ada pula yang berupa kumpulan cerpen. Berdasarkan objek tanggapannya, ada pula yang berupa film, drama, lagu, buku ilmu pengetahuan, lukisan, dan karya-karya lainnya.
Dengan perbedaan-perbedaan objek karya itu, informasi yang kita
dapat pun akan bermacam-macam pula. Misalnya, dari resensi novel
atau kumpulan cerpen, informasi yang kita dapatkan adalah tentang
alur, penokohan, latar, dan hal-hal lainnya yang terdapat di dalam buku-
buku cerita itu. Berbeda halnya apabila resensi itu tentang buku populer,
informasi yang kita dapatkan berupa sejumlah ilmu pengetahuan yang
dapat memperluas wawasan kita tentang topik yang dibahas oleh buku itu.
C. Menganalisis Kebahasaan Resensi dalam Dua Karya yang Berbeda
● Menganalisis Kebahasaan dalam Teks Resensi
Berdasarkan contoh-contoh tersebut tampak bahwa teks resensi memiliki kaidah-kaidah kebahasaan seperti berikut.
1. Banyak menggunakan konjungsi penerang, seperti bahwa, yakni,
yaitu.
2. Banyak menggunakan konjungsi temporal: sejak, semenjak, kemudian,
akhirnya.
3. Banyak menggunakan konjungsi penyebababan: karena, sebab.
4. Menggunakan pernyataan-pernyataan yang berupa saran atau
rekomendasi pada bagian akhir teks. Hal ini ditandai oleh kata jangan,
harus, hendaknya,
● Menyimpulkan Dua Teks Resensi Berdasarkan Kebahasaan
Dalam menyimpulkan sebuah resensi perlu penguasaan atau teknik
tertentu, misalnya menguasai isi buku, memiliki daya analisis, dan
menguasai teori tentang buku yang diresensi. Pada pembahasan ini, kamu
harus menyimpulkan teks resensi berdasarkan unsur kebahasaannya,
misalnya dari penggunaan kalimat dan penggunaan jenis kata.
D. Mengonstruksi Sebuah Resensi dari Buku Kumpulan Cerita atau Novel yang Dibaca
● Mendiskusikan Hal-hal Menarik dalam Buku Kumpulan Cerita
Evaluasi terhadap karya sastra semacam novel lazim disebut dengan
resensi, yakni ulasan terhadap kualitas suatu novel. Resensi ditulis untuk
menarik minat baca khalayak untuk membaca novel yang diulas. Unsur
persuasif sering ditonjolkan dalam resensi. Dengan adanya resensi, pada khalayak
timbul keinginan untuk membaca novel itu dan turut mengapresiasinya. Dengan
demikian, resensi juga berfungsi sebagai pengantar dan pemandu bagi pembaca
dalam menikmati novel tersebut.
● Menulis Resensi dari Buku Kumpulan Cerita
Menulis resensi tidaklah mudah. Untuk melakukan kegiatan ini
diperlukan beberapa persyaratan. Berikut persyaratan tersebut.
1. Penulis harus memiliki pengetahuan di bidangnya. Artinya, jika
seorang penulis akan meresensi sebuah novel, maka ia harus memiliki
pengetahuan tentang teori novel dan perkembangannya.
2. Penulis harus memiliki kemampuan menganalisis. Sebuah buku novel
terdiri atas unsur internal dan eksternal atau yang lebih dikenal dengan
unsur intrinsik dan ekstrinsik. Seorang penulis harus mampu menggali
unsur-unsur tersebut.
3. Seorang penulis juga dituntut memiliki pengetahuan dalam acuan
yang sebanding. Artinya, penulis akan membandingkan sebuah karya
lain yang sejenis. Dengan demikian, ia akan mampu menemukan
kelemahan dan keunggulan sebuah karya.
Sekian rangkuman dari saya , mohon maaf apabila ada salah kata. Terima Kasih.
Sumber: https://drive.google.com/file/d/13AIpIOUMI62K4GC7wf8MUq6xuvwQFtq6/view
Tidak ada komentar:
Posting Komentar